a. Kakang kawah, saudara tua kawah, dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu, tempatnya di timur warnanya putih.
b. Adi ari-ari, adik ari-ari, dia dikeluarkan dari gua garba ibu sesudah kamu, tempatnya di barat warnanya kuning.
c. Getih, darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan, tempatnya di selatan warnanya merah
d. Puser, pusar yang dipotong sesudah kelahiranmu, tempatnya di utara warnanya hitam.
Selain
sedulur papat diatas, yang lain adalah Kalima Pancer, pancer kelima
itulah badan jasmani kamu. Merekalah yang disebut sedulur papat kalimo
pancer, mereka ada karena kamu ada. Sementara orang menyebut mereka
keblat papat lima tengah, ( empat jurusan yang kelima ada ditengah ).
Mereka berlima itu dilahirkan melalui ibu, mereka itu adalah Mar dan
Marti, berbentuk udara. Mar adalah udara, yang dihasilkan karena
perjuangan ibu saat melahirkan bayi, sedangkan Marti adalah udara yang
merupakan rasa ibu sesudah selamat melahirkan si jabang bayi. Secara
mistis Mar dan Marti ini warnanya putih dan kuning, kamu bisa meminta
bantuan Mar dan Marti hanya sesudah kamu melaksankan tapa brata ( laku
spiritul yang sungguh-sungguh )
mereka itu selalu bersama kamu,
menjaga kamu dimanapun kamu berada. Mungkin kamu tidak menyadari bahwa
mereka itu menolongmu dalam setiap saat kegiantanmu, mereka akan
senang, bila kamu memperhatikan mereka, mengetahui akan keberadaan
meraka. Adalah bijaksana untuk meminta mereka supaya berpatisipasi
dalam setiap kegiatan yang kamu lakukan, seperti : minum, makan,
belajar, bekerja, meyopir, mandi dam lain-lain.
Dalam batin kamu mengundang mereka, misalnya :
1.
Semua saudara halusku, saya mau makan, bantulah saya ( ewang-ewangono )
artinya mereka itu akan membantumu, sehingga kamu selamat pada saat
makan dam makanan itu juga baiak untukmu.
2. Semua saudara
halusku, bantulah saya untuk menyopir mobil dengan selamat sampai
kantor. Ini artinya kamu kan menyopir dengan selamat sampai ke kantor,
tidak ada kecelakaan yang terjadi pada kamu, pada mobil dan yang
lain-lain.
3. Semua saudara halusku, saya akan bekerja, bantulah saya supaya bisa meyelesaikan pekerjaan ini dengan baik dan lain-lain.
Tetapi
kamu jangan meminta partisipasi mereka pada waktu kamu mau tidur, untuk
hal itu kamu harus berkata : saya mau tidur lindungilah saya ( reksanen
) pada waktu saya tidur, kalau ada yang mengganggu atau membahayakan,
bangunkanlah saya, sambil membaringkan badan ditempat tidur sebelum
menutup mata, dengan meletakkan tangan kanan didada, menyentuh jantung,
katakanlah : “ saya juga hidup “
Dengan mengenali mereka artinya
kamu memperhatikan mereka dan sebaliknya mereka pun mengurusi kamu.
Kalau kamu tidak memperhatikan mereka, mereka tidak akan berbuat apapun
untuk menolongmu, mereka mengharap supaya secepatnya kamu kembali ke
asalmu, supaya mereka itu secepatnya terbebas dari kewajibannya untuk
mendampingimu. Ketika kamu kembali kealam kelanggengan, mereka juga
akan pergi dan berharap diberi kesempatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa
untuk dilahirkan sebagai manusia dengan jiwa dan raga dalam hidup baru
mereka di dunia.
Weton adalah peringatan hari lahir seseorang yang
terjadi setiap 35 hari sekali. Untuk orang Jawa tradisional mengetahui
wetonnya itu penting dan harus diingat kapan wetonnya itu, dengan
mengetahui tanggal, bulan, tahun kelahiran seseorang bisa ditentukan
hari wetonnya.
1. Pada saat weton biasanya akan dibuat semacam
sesaji sederhana yang berupa secawan bubur merah putih dan satu gelas
air hangat. Pemberian ini adalah untuk saudara-saudara halus, dengan
mengatakan: ini untuk semua saudara halusku, aku selalu ingat kamu,
mengenali kamu, maka itu bantulah dan jagalah aku. Sesaji sederhana ini
juga untuk mengingatkan dan bersyukur kepada ibu dan ayah, karena
melalui merekalah kamu dilahirkan dan hidup di dunia ini. Selanjutnya
untuk mengingat dan menghormati para leluhur dab yang paling penting
untuk mengingat dan memuji Sang Pencipta Hiduo, Tuhan Yang Maha Kuasa.
Salah satu ajaran Kejawen yang membahas tentang adanya malaikat
pendamping hidup manusia adalah SEDULUR PAPAT LIMO PANCER. Pancer
adalah tonggak hidup manusia yaitu dirinya sendiri. Diri kita
dikelilingi oleh empat makhluk gaib yang tidak kasat mata (metafisik).
Mereka adalah saudara yang setia menemani hidup kita. Mulai dilahirkan
di dunia hingga kita nanti meninggal dunia menuju alam barzakh (alam
kelanggengan).
Sebelum hadirnya agama Islam, orang Jawa tidak
memahami konsep malaikat. Maka mereka menyebut malaikat penjaga manusia
dengan sedulur papat. Konsep “sedulur papat” ini oleh orang Jawa
ditamsilkan melalui sebuah pengamatan/niteni.
Mulai saat janin
tumbuh di perut ibu, janin dilindungi di dalam rahim oleh ketuban.
Selanjutnya adalah ari-ari, darah dan pusar. Itulah saudara manusia
sejak awal dia hidup dan selanjutnya “empat saudara” ini kemudian
dikubur. Namun orang Jawa Percaya bahwa “empat saudara” ini tetap
menemani diri manusia hingga ke liang lahat.
Karena Air Ketuban
adalah yang pertama kali keluar saat ibu melahirkan, orang Jawa
menyebutnya SAUDARA TUA. Saudara ini melindungi jasad fisik dari
bahaya. Maka ia adalah SANG PELINDUNG FISIK.
Selanjutnya yang
lebih MUDA adalah ari-ari, tembuni atau plasenta. Pembungkus janin
dalam rahim. Ia melingkupi tindakan janin dalam rahim yang kemudian
mengantarkan kita ke tujuan. Maka ia adalah SANG PENGANTAR.
Saudara
kita selanjutnya adalah DARAH. Darah ini membantu janin kecil untuk
tumbuh berkembang menjadi bayi lengkap. Darah adalah SARANA DAN WAHANA
IRADAT-NYA pada manusia. Darah bisa disebut nyawa bagi janin. Maka,
darah disebut dengan PEMBANTU SETIA MANUSIA MENEMUKAN JATI DIRINYA
SEBAGAI HAMBA TUHAN, CERMIN TUHAN (Imago Dei).
Saudara gaib kita
terakhir adalah pusar. Menurut pemahaman Kejawen, pusar adalah NABI.
Pusar secara biologis adalah tali yang menghubungkan perut bayi dalam
rahim dan ari-ari. Pusar mendistribusikan makanan yang dikonsumsi ibu
ke bayi. Pusar dengan demikian MENDISTRIBUSIKAN WAHYU “IBU” MANUSIA
yaitu Gusti Allah SWT kepada diri kita.
Keempat saudara gaib ini
sesungguhnya adalah EMPAT MALAIKAT PENJAGA manusia. Yang berada di
kanan-kiri, depan-belakang kita. Maka, tidak salah bila Anda menyapa
dan bersahabat akrab dengan mereka. Secara gaib, Tuhan mmeberikan
pengajaran tidak langsung kepada hati kita. Namun melalui mereka
pengajaran itu disampaikan.
Keempat penjaga (malaikat) itu adalah:
JIBRIL (Penerus informasi Tuhan untuk kita),
IZRAFIL (Pembaca Buku Rencana Tuhan untuk kita),
MIKAIL (Pembagi Rezeki untuk kita) dan
IZRAIL (Penunggu berakhirnya nyawa untuk kita).
Keempat
malaikat itu oleh orang Jawa dianggap sebagai SEDULUR karib hidup
manusia. Bila kita paham bahwa perjalanan hidup untuk bertemu dengan
Tuhan hakikatnya adalah perjalanan menuju “ke dalam” bukan “ke luar”.
Perjalanan menembus langit ketujuh hakikatnya adalah perjalanan “diri
palsu” menuju “diri sejati” dan menemukan SANG AKU SEJATI, YAITU DIRI
PRIBADI/ TUHAN.
Untuk menemukan SANG AKU SEJATI (limo pancer)
itulah kita ditemani oleh EMPAT SAUDARA GAIB/MALAIKAT PENUNGGU (sedulur
papat). Lantas dimana mereka sekarang? Mereka sekarang sedang mengawasi
Anda. Berdzikir mengagungkan asma-Nya. Kita bisa menjadikan mereka
sedulur paling akrab bila paham bagaimana cara berkomunikasi dengan
mereka. Caranya? Pejamkan mata, matikan seluruh aktivitas listrik di
otak kiri dan kanan dan hidupkan sang AKU SEJATI yang ada di dalam diri
Anda. Ya, hanya diri sendirilah yang mampu untuk berkomunikasi dengan
para sedulur gaib nan setia ini.
Bagaimana tidak setia, bila
kemanapun kita berada disitu keempatnya berada. Bila kita berjalan,
mereka terbang. Bila jasad kita tidur, mereka akan tetap melek ngobrol
dengan ruh kita. Maka, saat bangun tidur di siang hari pikiran kita
akan merasa fresh sebab ruh kita akan kembali menjejerkan diri kita
dengan iradat-Nya. Sayang, saat waktu beranjak siang polusi nafsu/ego
lebih dominan sehingga kebeningan akal pikiran semakin tenggelam.